BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Buah-buahan merupakan salah satu sumber bahan pangan yang potensial dan
banyak mengandung zat gizi terutama vitamin. Selain sebagai sumber vitamin,
buah-buahan juga mengandung mineral dan pada jenis buah-buahan tertentu juga
menghasilkan cukup banyak energi. Sayuran merupakan salah satu sumber daya yang
banyak terdapat di sekitar, mudah diperoleh dan berharga, relatif murah serta
merupakan sumber vitamin dan mineral.
Buah dan sayuran adalah jenis makanan yang memeiliki kandungan gizi,
vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari.
Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di took-toko, buah
dan sayuran jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya, serat dari sisi
harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang
sama.
Dibandingkan
dengan serealia dan tanaman bergula (tebu dan gula bit) bahan pangan
sayur-sayuran diproduksi paling banyak dan biasanya produksinya geografisnya
terbatas. Buah-buahan diartikan sebagai buah-buahan dari pohon atau berri.
Buah-buahan pohon digolongkan ke dalam buah yang berasal dari pohon buah-buahan
yang menggugurkan daun-daunnya pada musim gugur dan pohon-pohon yang
menggugurkan daunnya pada musim semi.
Sayuran umumnya rendah dalam kandungan protein dan lemak kecuali untuk beberapa
sayuran tertentu. Namun demikian sayuran tinggi akan kandungan besi, kalsium,
vitamin C dan provitamin A. Sayuran berwarna hijau merupakan sumber yang kaya
akan karoten (provitamin A). semakin tua warna hijau itu semakin banyak
kandungan akan karoten. Buah-buahan yang mempunyai daging yang berwarna kuning
kaya akan kandungan karotenoid yang merupakan prekursor dari vitamin Z.
1.2 Tujuan Observasi Lapangan
a. Untuk mengetahui struktur fisik
buah-buahan secara langsung di lapangan.
b. Untuk mengetahui jenis buah yang
tergolong tanaman semusim dan tahunan.
c. Melihat dan mengamati jenis buah yang
di tanam di Balai Penyuluhan Peertanian (BPP).
1.3 Manfaat
1.
Pengamat mempunyai kemungkinan
untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu
kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga
pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
2. Pengamat
dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun
tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau
berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu
atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi)
langsung
BAB II
DASAR TEORI
2.1. Buah
Sebagai negara agraris, Indonesia kaya akan ragam
jenis buah. Keanekaragaman jenis ini tampak dari rasanya yang manis, asam,
sepat, maupun pahit, dari bentuknya yang bulat mapun lonjong, dari ukurannya yang
kecil maupun besar, dari tekstur kulit luarnya yang mulus, berlekuk, maupun
berduri, bahkan dari warnanya yang hijau, kuning, jingga, maupun merah.
Walaupun Indonesia kaya akan jenis buah, namun banyak penduduknya tidak peduli
akan kekayaan itu.
Suatu jenis buah yang disebut unggul
karena biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Produktivitas buah per pohon dalam suatu musim panen
melebihi produktivitas tanaman buah lain
yang sejenis
b. Dibandingkan dengan jenis lainnya, tanaman sudah
mampu berproduksi walaupun umurnya relatif lebih muda.
c. Tanaman harus tahan hama penyakit, karena tanaman
yang tumbuh sehat dan normal akan mengahasilkan buah yang sehat dengan
penampilan yang menarik
d. Kelezatan aroma buah di atas rata-rata varietas
lainnya.
e. Bentuk, ukuran, dan warna buah seragam sehingga
berpotensi ekspor.
Hampir semua
orang pernah mengalami kesukaran memperoleh buah-buahan terbaik. Sering terjadi
buah-buahan yang dipasarkan telah mengalami kerusakan selama pemrosesan atau
selama perjalanan mulai dari kerusakan kecil, memar, atau bahkan hancur sama
sekali. Yang terpenting adalah bagaimana memeilih buah-buahan serta mengerti
cara merawat dan menyimpan agar buah dapat disajikan dalam kondisi terbaik.
Buah yang
dipetik sebelum masak, perkembangannya belum penuh. Buah seperti ini tidak
mampu mengembangkan rasa manis atau lezatnya dan aromanya dengan penuh. Oleh
karena itu, petani yang baik akan memetik buah-buahannya pada waktu yang paling
tepat dan baik untuk dimakan. Meskipun buah sama-sama berasal dari satu pohon,
waktu masaknya berbeda-beda. Petani yang baik hanya akan memetik buah yang
sudah masak di pohon dan membiarkan yang masih belum cukup umur.
Masaknya buah disebabkan oleh terjadinya perubahan
kimiawi yang sangat kompleks. Selama proses, warna, rasa, tekstur, dan aroma
buah mengalami perubahan. Pisang misalnya, mula-mula kuning keemasan,
lambat-laun berubah kecoklatan, kemudian layu, melunak, terlalu masak dan
akhirnya busuk. Buah yang masih muda berwarna hijau karena mengandung klorofil.
Pada waktu buah menjadi tua, klorofil berubah menjadi pigmen alamiah yang
berwarna kuning, merah, atau lainnya sesuai dengan jenis buah.
Warna merupakan petunjuk tingkat kemasakan buah.
Warna hijau menandakan buah yang masih muda, kecuali apel hijau, melon, anggur,
gosberi, sejenis mangga, plum hijau, dan pisang. Warna yang menyala
kekuning-kuningan, merah muda, atau merah tua meruapakn tanda bahwa kualitas
buah bagus.
2.2
Tanaman Semusim
Tumbuhan semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi
tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Dalam
pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi tumbuhan yang
menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun. Istilah dalam
bahasa Inggris, annual plant, menunjukkan bahwa yang dimaksud "satu
musim" adalah satu tahap dalam setahun. Bagi pertanian di daerah beriklim
sedang seringkali yang dimaksud semusim adalah apabila tanaman yang dimaksud
tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya (vernalisasi). Sejumlah tumbuhan
dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang
sangat ekstrem. Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat
singkat (4 hingga 8 minggu). Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal sebagai spring
plants (tumbuhan musim semi), mengeluarkan daun di akhir musim
dingin (musim salju) lalu berbunga dan kemudian layu kembali hanya dalam
waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian kembali beristirahat dalam bentuk umbi.Perilaku musiman
ini diatur secara hormonal dan dipengaruhi oleh suhu udara, panjang
hari, serta ketersediaan air
di tanah.
BAB III
METODELOGI
3.1 Waktu
Adapun waktu
pelaksanaan observasi adalah tanggal dua puluh bulan mei tahun dua ribu tiga
belas pukul 12.00 – 14.30 Wib.
3.2 Tempat
Adapun Tempat di laksanakan
observasi adalah di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kec. Tanjung selor Kab.
Bulungan Prov. Kalimantan Utara.
3.3 Bahan
Alat tulis
menulis seperti :
1. Buku
2. Pulpen
Dibandingkan dengan serealia dan tanaman
bergula (tebu dan gula bit) bahan pangan sayur-sayuran diproduksi paling banyak
dan biasanya produksinya geografisnya terbatas. Buah-buahan diartikan sebagai
buah-buahan dari pohon atau berri. Buah-buahan pohon digolongkan ke dalam buah
yang berasal da
ri pohon buah-buahan yang menggugurkan
daun-daunnya pada musim gugur dan pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada
musim semi3.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Oservasi
STRUKUR
KELEMBAGAAN
BALAI
PENYULUHAN PERTANIAN
TANJUNG
SELOR
|
|
|
KA.BALAI
|
|
|
|
|
Samuji, s.pkp
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Wibi
tg.selot ulu
Parida
Kel.Binaan : 7
|
|
|
|
Wibi
tg.selor ilir
Afan
Paryanto,s.pkp
Ke. Binaan
: 7
|
|
Wibi
tg.selor timur
Sajidi
s.pkp
Kel.
binaan : 12
|
|
Wibi Jelarai selor
Suriani B.P,Sp
Kel Binaan : 9
|
|
Wibi
tengkapak
Samsul Rn.
s.pkp
Kel.binaan
: 6
|
|
Wibi Bumi
rahayu
H.Arifah
bahtiar
Kel.binaan
: 4
|
Wibi g.
Sari
Taufiqurrahman
Kel.binaan
: 4
|
Wibi apung
Samuji s.pkp
Kel.binaan : 11
|
Wibi bukit indah
Samsuriati
Kel.binaan : 6
|
Wibi
G.seriang
Ribit
riyanto s. PKP
Kel.
Binaan : 7
|
|
Wibi Tg .
buka sp 1
Alfian Sp.
Kel.
Binaan : 15
|
|
|
|
Wibi tg
Buka sp 8
Nugarningsih
S, Sp
Kel.binaan
: 4
|
4.2
Pembahasan
Adapun Jenis Tanaman buah yang
tergolong buah semusim yang terdapat
di Balai penyuluhan Pertanian adalah sebagai berikut :
1.
Melon
2.
Semangka
3.
Lengkuas
4.
Pisang
Jenis Buah yang tergolong tanaman Taahunan adalah sebagai berikut
:
a.
Jambu madu
b.
Duruan
c.
Duku
d.
Kelengkeng / Mata Kucing
Itulah jenis
tanaman buah yang terdapat di BPP yang bisa saya amati untuk di jadikan bahan
pertimbangan dan pembelajaran sehingga dapat membedakan secara real antara
meteri yang diberikan di kampus dan dilapangan mgenai perbedaan jenis- jenis
tanamn semusim. Denga adanya observasi saya dapat membedakan jenis-jenis
tanamna buah yang tergolong tanaman buah semusim dan tahunan. Itu dapat di
cirikan sebagai berikut :
a.
Batang
b.
Akar
c.
Dan umur panen
Sedangkan
untuk luas lahan yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian untuk lahan basah
sekitar 2 ha sedangkan lahan keringnya adalah 3 ha , untuk lahan basah / sawah
pada saat ini belum di fungsikan sebagaimana mestinya di karenakan kekurangan
tenaga untuk mengolah lahan tersebut, sehingga yang di fungsikan hanya lahan
kering yang dapat di tanamin berbagai jenis buah seperti pembahasan di atas.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Tumbuhan semusim atau tanaman
semusim merupakan istilah agrobotani
bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim
tanam. Dalam pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi
tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun.
Berdasarkan
siklus
hidupnya, tumbuhan
tahunan (perennial plants) adalah tumbuhan yang dapat meneruskan
kehidupannya setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus
hidupnya dalam jangka waktu lebih dari pada dua tahun. Banyak di antaranya
berupa pohon, meskipun terdapat pula terna
ataupun semak.
5.2 Saran
Sebaiknya
kebun balai penyuluhan percontohan di rawat dengan baik .
Daftar
Pustaka
D
DaftDD4
4gsdjrotein dan lemak kecuali untuk beberapa sayuran tertentu. Namun
demikian sayuran tinggi akan kandungan besi, kalsium, vitamin C dan provitamin
A. Sayuran berwarna hijau merupakan sumber yang kaya akan karoten (provitamin
A). semakin tua warna hijau itu semakin banyak kandungan akan karoten.
Buah-buahan yang mempunyai daging yang berwarna kuning kaya akan kandungan
karotenoid yang merupakan prekursor dari vitamin Z4.
an tanaman bergula (teu
dan gula bit) bahan pangan sayur-sayuran diproduksi paling banyak an biasanya
produksinya geografisnya terbatas. Buah-buahan diartikan sebagai buah-buahan

Sayuran umumnya rendah dalam kandungan protein dankecuali untuk beberapa
sayd yang

LAPORAN
OBSERVASI
BUDIDAYA TANAMAN
SAYUR DAN BUAH
BALAI
PENYULUHAN PERTANIAN

Oleh :
Nama : Eka Ryani
Npm : 2010-31-041
Fakultas : Pertanian
Jurusan : Agroteknologi
YAYASAN
PENDIDIKAN TANAH SERIBU
UNIVERSITAS
KALTARA
FAKULTAS
PERTANIAN
TANJUNG SELOR
TANJUNG SELOR
2013
KATA PENGANTAR
Segala puji dan
syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan
limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan
tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah laporan dengan judul "BUDIDAYA TANAMAN BUAH DAN SAYUR", yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi laporan ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi laporan ini sehingga dapat memberikan manfaat.
tanjung selor, 27 mei 2013
penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar